| balap drag bike |
Sirkuit SKF Enduro Federal Tire Drag Bike 201 M, Kemayoran Peserta Minim, Catatan Waktu Meruncing Seri keenam rangkaian Kejurda Drag Bike kembali digelar di pelataran parkir timur landasan pacu Kemayoran Minggu, 4 April. “Minimnya paserta dikarenakan even ini bersamaan dengan ujian sekolah,” komentar Aries Saputra panitia perlombaan. Walau cuma diikuti tak lebih dari 180 dragster ibukota namun even yang disponsori SKF dan Federal ini cukup menarik, sejumlah catatan waktu tempuh pembalap dari 7 kelas yang dipertandingkan, 6 kelas diantaranya telah berhasil dipecahkan dari seri sebelumnya. Dominasi team Federal GMC masih berlanjut di gelaran ini dan tidak tanggung-tanggung M. Saiman joki andalannya berhasil naik podium di 4 kelas. Pria kelahiran Jakarta 3 Agustus 1980 ini pun berhasil mempersingkat waktu tempuhnya dari catatan waktu even sebelumnya. Kelas bebek tune up s/d 125 cc 4 tak, Honda Nova Sonic M. Saiman mengukir waktu tercepat 10.063 detik dimana pada seri sebelumnya waktu tempuhnya cuma 10.181 detik atas namanya sendiri. Begitu juga di kelas baebek tune up s/d 125 cc 2 tak, catatan waktu M. Saiman sebelumnya yang juga atas namannya sendiri 8.624 detik dapat dipangkas menjadi 8.567 detik. Ahmad Firdaus, penguasa kelas sport s/d 155 cc harus puas diposisi kedua dengan waktu 8.415 detik, sedangkan posisi pertama M. Saiman kembali membukukan waktu tercepat 8.151 detik. Andre Jess dari team M3 Bali yang merajai kelas FFA kembali gagal, doi cuma duduk di lima besar dengan waktu 8.370 detik, sedang M. Saiman dengan Motor Honda NSR menyodok di peringkat satu dengan waktu 8.032 detik. Keberhasilan Federal GMC team tidak lepas dari performa dan teknologi motor yang prima didukung dengan skill joki yang diperhitungkan. Di kelas bebek 4 tak Honda Nova Sonic jadi andalannya dengan teknologi dan gigi ratio setingan asli HRC, begitu pula dengan Nova Dash yang diturunkan di kelas bebek tune up 125 cc 2 tak. Terlepas dari permainan teknologi tinggi, peran pembalap dan mekanik harus sehati dalam menentukan setingan yang pas, “malahan kalau perlu joki harus bisa nyeting sendiri motor karapan sebelum lepas start,” terang Tambun Suhandi dari team HRD knalpot.
|
Posted: 7/4/2008 2:27:48 PM
|