|
YANG MASIH TERTINGGAL
Posted 5/15/2008 9:52:56 AM
BISA jadi tak pernah seorang pun bisa dengan gagah mengibas nasib atau suratan menjadi sesuatu yang bisa dihindari. Begitulah kemudian apa yang menjadi rona kita beberapa hari ini. Sebuah pergulatan yang sebetulnya tidak dikehendaki, namun tetap kita rengkuh sebagai sebuah realitas. Entah sudah berapa penggalan matahari tak lagi kita bincangkan sebagai sebuah rutinitas hari-hari. Ada yang kemudian terasa kurang memang. Greget itu semakin memburam dalam gerusan waktu yang tentu saja tak akan pernah berhenti. Lalu, apakah kita akan bernegosiasi kembali dengan segala egoisme ini? Sejujurnya, akupun tak ingin mau tahu angin macam apa yang kini kau reguk di tengah kebisuan membatu itu. Toh pada saatnya semuanya akan terasa sebagai sesuatu yang memang begitu adanya. Tepat setahun lalu, ketika buncah tawa kita seperti tanpa pamrih membelah waktu. Tidak pernah ada sepotong bayangan pun jadinya akan serumit ini. Semuanya melintas ringan. Sesekali kamu akan merajuk, bahkan boleh jadi menangis. Tapi apa pula peduliku kini? Itu semua kini hanya sedikit dari banyak sketsa yang mulai memburam. Mungkin pada saatnya kita tidak ingin menyentuh lagi karena rasa sakitnya. Meski setidaknya kita pernah punya sketsa yang sama. ***
|
izka
Just a smart and simple man....
Age: Not provided.
Gender: M
Location: Samarinda, Indonesia
Please login to post a comment.
|